“kalau nanti kamu pulang, Jangan lupa petikan untukku retakan bulan.
Sehingga aku tetap terang dan merasa aman,
saat kamu hendak kembali pergi berpetualang”
Dan kupetikkan bagimu retakkan bulan
Tercetak sempurna pada lembut permukaan sungai
kutuang ke dalam Tupperware
kututup rapat
Agar retakan itu sempurna tak kurang barang setetes
Aku pulang ke rumah di kala siang,
Kau menyambutku dengan tawa riang
Peluk hangat
Cium mesra
Bisik nakal
Kuserahkan padamu retakan bulan
Kau tuangkan di bawah pohon yang rindang
Dan tatapan kecewamu terbayang
“Sayang, yang kubutuhkan retakan bulan.
Bukan patahan surya”